Beberapa hari yang lalu saya sakit perut. Salah saya sendiri sih, malam sebelumnya saya kebanyakan makan sesuatu yang sangat berpotensi membuat perut merana. Saya jadi akrab dengan kamar mandi. Saya rasa kamar mandinya sampai bosan ketemu dengan saya. "Ehhh, lo lagi lo lagii...!" kira-kira begitulah.
Sakit perut yang saya alami itu menyadarkan saya akan sebuah pilosopi. Apa yang kamu beri (ke perutmu, ke hidupmu), itu juga yang akan kamu dapatkan (dari perutmu, hidupmu).
Sakit perut yang saya alami sekarang adalah pengaruh makanan yang saya makan malam sebelumnya. Hidup itu juga kadang-kadang begitu, masalah yang kita hadapi sekarang tak jarang karena kesalahan kita di masa lalu. Wajar memang manusia melakukan kesalahan. Tapi bukan berarti kita luput dari kompensasinya.
Jadi, kalo dikemudian hari gak menghadapi masalah (sakit perut) yang tidak kita inginkan, "mari makan makanan yang sehat, bergizi" dan sesuai kehendak-Nya.
|----> gambar perut sakit itu kayak gimana sih?
Sakit perut yang saya alami itu menyadarkan saya akan sebuah pilosopi. Apa yang kamu beri (ke perutmu, ke hidupmu), itu juga yang akan kamu dapatkan (dari perutmu, hidupmu).
Sakit perut yang saya alami sekarang adalah pengaruh makanan yang saya makan malam sebelumnya. Hidup itu juga kadang-kadang begitu, masalah yang kita hadapi sekarang tak jarang karena kesalahan kita di masa lalu. Wajar memang manusia melakukan kesalahan. Tapi bukan berarti kita luput dari kompensasinya.
Jadi, kalo dikemudian hari gak menghadapi masalah (sakit perut) yang tidak kita inginkan, "mari makan makanan yang sehat, bergizi" dan sesuai kehendak-Nya.
Hidup itu cuman sekali, tapi kalo kita melakukannya dengan benar sekali saja sudah cukup. Iya, hidup itu cuman sekali, dan karena itulah kita berjuang keras untuk melakukannya dengan benar.
|----> gambar perut sakit itu kayak gimana sih?


