Monday, November 9, 2009

[Pilosopi Bodoh] Ban kempes





Postingan ini terinspirasi dari komen:


ali febriyanto said...

mungkin ada tambahan, tambah posting tentang filosofi roda kempes tadi yaaaa


dan hadidot

....tapi katanya juga kalo rodanya kempes si kaya tambah kaya dan si miskin tambah miskin,hahahaa. filosofi roda kempes ini bener juga toh?;p

Dan di tambah lagi, hari ini... 10 Nopember 2009, Hari Pahlawan...



Yang dimaksud ban dalam postingan ini adalah ban yang diisi oleh angin dengan cara memompanya, atau dengan mengisi melalui kompresor. Iya, ban yang untuk berjalan (dgn baik) membutuhkan angin. Soalnya ada juga ban yang tidak butuh angin. Seperti bantal kapas, bantuin saya donk, banting setir, bando merah... ya yang seperti itulah, tak butuh angin...


Kembali ke benang merah... becanda itu, becanda...!
Mobil, sepeda, dan kendaraan lain yang memakai roda berisi angin mutlak membuthkan angin yang cukup agar ban bisa berputar sebagai mana mestinya. Dan awet. Gak kebayang kan, sejam saja melajukan sepeda motor dengan ban kempes sudah cukup merusakkan ban didalamnya, dan merusak roda itu juga. Sakit....

Pilosopi[bodoh]nya:

Ban sebagai diri kita...
Jika diibaratkan angin (dalam ban) itu sebagai kekuatan kita, maka agar bisa melaju dengan baik maka kita harus punya kekuatan yang cukup. Kadang-kadang dalam menjalani hidup ini seringkali ada hal-hal yang sengaja atau tidak, kita sadari atau tidak, mencoba untuk mengempesi ban kekuatan kita. Bisa dengan pandangan sinis orang lain, pandangan sebelah mata, bahkan kata-kata yang melemahkan kita dalam mencapai tujuan kita. Bahkan bisa lebih parah, ancaman langsung bagaikan paku yang langsung menghunjam hingga hingga angin kekuatan kita keluar dari diri kita. Ini masih bisa ditempel dan diisi lagi dengan angin kekuatan. Namun ban kempes bisa juga karena meledak, otomatis diganti. Gak apa-apa kawan... Hanya saja dalam kehidupan nyata, tak selalu semua yang rusak itu bisa kita ganti, bisa kita perbaiki. Jadi tetaplah pertahankan angin kekuatan itu berada dalam diri kita. Jangan ijinkan orang-orang tidak bertanggungjawab mengempesinya sedikitpun...

Satu quote dari saya...
Jika "kata-kata orang lain" tidak membuatmu lebih baik, (...justru melemahkan dan membuatmu down...), then ignore it...!



Ban sebagai roda pemerintahan Bangsa dan Negara.
Iya, roda itu bisa dilambangkan dengan roda, makanya ada roda pemerintahan. Emang ban yang ini bisa kempes? Bisa. Kenapa?
Banyak hal yang bisa membuat roda pemerintahan itu kempes.
  1. Yang paling keras mengancam roda pemerintahan adalah, pengempesan yang dilakukan orang-orang yang tidakbertanggung jawab melalu korupsi. Iya korupsi sangat dahsyat jika digunakan untuk mengempesi roda pemerintahan. Bagaikan bocor halus. Selain anginnya semakin berkurang, susah pulak menemukan lubang halusnya, dan otomatis jika lubang halus itu tidak ketemu tidak bisa ditempel. Dan malah walaupun kadang-kadang lubang kebocoran itu sudah ketemu, susah melihatnya sebagai kebocoran. Susah. Buktinya para koruptor pembocor itu masih banyak berkeliaran....
  2. Kelemahan hukum..
  3. Ah, apa guna ku perpanjang, itu pembocoran dari dalam sendiri. Aneh, ban bisa di bocorkan dari dalam. Dikempeskan oleh orang-orang tidak bertanggungjawab yang seharusnya justru mengamankan angin kekuatan pemerintahan itu.

Sekarang Hari Pahlawan...
Ah...
Miris sekali jika melihat perjuangan para pejuang bangsa ini...
Para Pejuang yang memperebutkan kemerdekaan Indonesia itu sudah susah payah merebut roda pemerintahan dari tangan penjajah. Walaupun saat itu angin kekuatannya belum seberapa. Dari tahun ke tahun sudah dipompa terus hingga ban pemerintahan itu tak hanya mampu dipakai sebagai ban sepeda kecil anak-anak, tapi sudah dipakai sebagai ban sepeda orang dewasa, ban sepeda motor, ban mobil bahkan ban tronton..... Namun miris.... saat jaya-jayanya roda pemerintahan itu mengangkut tronton bangsa Indonesia, ternyata ada juga yang mengempesinya. Korupsi. Pungutan liar. Pembalakan Liar. Pembakaran Hutan. Dan masih banyak lagi...

Jangan sampai saking kempesnya roda pemerintahan bangsaku ini, terpaksa harus diganti dengan roda pemerintahan bangsa lain... TIDAK BAKAL RELA....!

Ah,...
Saya sendiri mungkin memang tidak punya tenaga untuk memompakan angin ke ban roda pemerintahan itu, tapi setidaknya aku tidak berusaha mengempesinya...

Selamat Hari Pahlawan kawan....



Gambar di ambil dari sini.

14 comments:

aprie said...

wah inspiratif nih tulisannya...

hadidot said...

uhm ,sebenernya gara2 saya baru balik dari luar negeri udah pengen nulis satu tema tentang kebangsaan sih, tapi mungkin terlalu panjang kalo dishare dikolom komen ini.

intinya banyak yg harus dibenahi di negeri ini,semuanya kayak benang kusut,tapi harus ada yg memulai,atau lebih baik saya ganti warga negara saja kalo gak mampu... kalo semua orang berpikir indonesia tidak bisa berubah dan menyelamatkan diri masing2 ,lalu siapa yg akan benar2 merubah semua ini??
siapa?? siapa?? kalo bukan kita2 ini??

thya said...

kalo tya maahh

penonton sahaja
penonton roda-roda yang berputar a.k.a penonton dari roda pemerintahan, akhirnya cuma bisa ketawain, ngomel-ngomel dan caci maki sama yang ngempesin hahaha

nyambung gak siih
^^

becce_lawo said...

SALAM BANG PILSOFF...ADA AWARD UNTU BANG PILSOF DI BLOGKU
DI AMBIL YAK

:)

namaku wendy said...

yah kalo banyak ban kempes berceeran sih itu berarti rejekinya tukang pompa ban oom huehehe

hayuk yg pompa..yg pompa..yg pompa..

senny said...

haha... gue suka banget tuh quotenya...

Lisha Boneth said...

selamat hari Pahlawan juga!
*sori telat, hehehe

roda pemerintahan dikempesi oleh mereka2 para tikus2 bangsa ini, yang tidak bertanggung jawab dan berani bersumpah demi Allah untuk menutupi satu kebohongan dengan kebohongan lainnya.. ahh kenapa saya jd ngomongin ini??

mending saya nambel ban bocor dulu deh!

salam

Tukang Tambal Ban

elia bintang. said...

tentang quotenya, memang ga semua kritik perlu kita dengerin. hanya kritik membangun yg perlu didengerin. tapi jgn terlalu defensif juga. karena kritik yg membangun tetep aja kritik, kadang2 nyakitin juga.. kl ga kita dengerin krn takut down, justru kita ga akan berkembang :D

zee said...

Hai, saya setuju dengan quote mu.
Ucapan, kritikan, sindiran, yang sifatnya melemahkan kita, ignore saja. Lebih baik mendengarkan satu komentar baik daripada mendengarkan banyak sindiran iri hati.

dj martha said...

boleh juga nie postingannya.....

ban kempes biar bisa gendut lagi dan digunakan untuk roda adalah dengan diberi angin, dipompa.

nah kita manusia kalau mau lebih punya wawasan memang kudu harus diisi lagi dengan ilmu sebanyak-banyaknya bahkan dari pengalaman pribadipun. Bisa lewat kritik atau pujian juga sih... :)

abeng beng /arjopedal said...

roda roda bangsa akan semakin kuat dan tak kempes bila manusianya masih punya rasa malu dan ahlak ,moral yang bagus

Salon Oyah said...

Mampirr, slm knal yaaa... please follow me, aq follow u, tq... Tar aq taro link u di Friend's Links aq...

didot said...

kok gak pernah nulis lagi ??

tireguard5758 said...

Keunggulan TIRE GUARD®

“TIRE GUARD®” merupakan formula teknologi militer untuk melapisi ban TIRE GUARD®sudah terbukti dan teruji keandalannya dan kini hadir di pasar komersil. TIRE GUARD®sangat mudah penggunaanya dan bebas biaya perawatan.(maintenance free). TIRE GUARD® suatu alternative bisnis baru dalam dunia otomotif di Indonesia. TIRE GUARD® dapat diaplikasikan pada berbagai jenis ban (sepeda, motor, mobil, truk, bis dll) baik ban tubeless ataupun ban dalam. Formula TIRE GUARD® yang gel dapat langsung menutup lubang yang tertusuk benda tajam. Tidak perlu ditambal lagi.

http://antibanbocor.com